Amankah Mainan Yang Digigit? Temukan Jawabannya Sebelum Terlambat - Buletinsehat.com
Ibu dan Anak

Amankah Mainan Yang Digigit? Temukan Jawabannya Sebelum Terlambat

Buletinsehat.com – Amankah Mainan Yang Digigit? Pertanyaan ini muncul di benak para ibu, ketika bayi mereka memasuki usia dua bulan hingga enam bulan, dan gemar menggigit apa saja yang dipegangnya termasuk mainan.

Pada usia ini, kegemaran bayi menggigit dipicu oleh gigi yang mulai tumbuh. Gigi susu yang mulai mendesak gusi menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga bayi pun mulai menggigiti mainan, atau tangannya sendiri untuk mencari kenyamanan.

Amankah Mainan yang Digigit? Temukan Jawabannya Sebelum Terlambat

Sebenarnya ada jenis mainan khusus, yang disediakan untuk bayi  pada masa awal pertumbuhan giginya. Mainan ini biasa disebut teether atau gigit-gigitan bayi.

Teether ini dirancang secara khusus, untuk merangsang pertumbuhan gigi pada bayi, dan sekaligus melatih kemampuan bayi dalam menggengam, menggoyang dan mengambil. Nah untuk memilih teether yang aman bagi bayi, simaklah tiga petunjuk berikut ini.

  • Ukuran Teether

Yang pertama adalah memilih ukuran Mainan teether, mainan teether atau mainan yang digigit, harus sesuai dengan ukuran mulut bayi dan usianya. Misalnya saja untuk bayi berusia tiga bulan, sebaiknya pilihlah teether berukuran kecil, sesuai dengan ukuran mulut bayi yang mungil.

  • Bahan Teether

Yang kedua adalah memilih bahan teether, Ada beragam bahan Mainan gigit, namun pilihlah teether yang tersedia di toko perlengkapan bayi. Untuk itu tentukan, pilih dan cermati bahan pembuat teeter.

Hindari memilih teether yang menggunakan bahan vinil atau plastik. Bahan pembuat teether yang disarankan adalah silikon atau karet, namun pilih juga bahan yang lembut, dengan pewarnaan menggunakan cat makanan yang tidak beracun, dan tidak berbahaya jika tertelan.

Biasanya bagian dalam teether ini ada yang berisi air, namun ada pula yang berisi gel. Mainan gigit yang berisi gel terasa lebih dingin, dibanding teether berisi air. Sensasi dingin ini memberi rasa nyaman bagi bayi.

  • Label BPA Free

Ini yang penting, mainan yang digigit bayi harus berLabel BPA free, label ini biasanya dicantumkan pada peralatan bayi saja. Label BPA free ini menandai bahwa, perangkat tersebut bebas dari bahan bisphenol-A. Bahan ini adalah zat kimia sintetis, yang kerap digunakan dalam pembuatan berbagai kemasan.

Bahan yang mengandung BPA sangat berbahaya, karena akan melepaskan banyak BPA saat dipanaskan. Karena itu, peralatan bayi yang mengandung BPA sebaiknya tidak digunakan, apalagi untuk mainan yang digigit oleh bayi.

BPA yang terlepas dan terkonsumsi oleh manusia bisa mengganggu kesehatan dan perkembangan tingkah laku. Demikian pula untuk pemilihan teether, sebaiknya pilihan teether berlabel BPA free agar aman bagi bayi.

Tetap Memerlukan Pengawasan Orang Tua

Amankah mainan yang digigit? Para orangtua pun tetap harus memberikan pengawasan saat bayi memainkannya. Pengawasan ini diperlukan agar teether atau mainan yang sudah jatuh ke lantai tidak diambil dan digigit lagi oleh bayi.

Sebab teether ini tentu tak lagi bersih. Teether atau mainan juga perlu dicuci dengan air panas atau air yang mengalir agar kebersihannya tetap terjaga. Bila tak digunakan, teether atau mainan ini sebaiknya disimpan pada tempat yang aman dan bersih.

Nah, berdasarkan petunjuk-petunjuk di atas, para orangtua bisa mengevaluasi teether atau mainan gigit yang selama ini diberikan pada bayi.

Sudah amankah mainan yang digigit? Jika belum, sebaiknya segera jauhkan dari jangkauan bayi dan ganti dengan mainan yang benar-benar aman berdasarkan ukuran dan bahan yang digunakan pada mainan.

Untuk cerita-cerita dan kisah menarik terdapat di aslisunda, yang menyughkan kisah-kisah para Raja di Tatar sunda dan Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button