Gerakan Senam Otak VS Gerakan Shalat Dari Sisi Medis Mana Yang Menang - Buletinsehat.com
LifestyleTips Sehat

Gerakan Senam Otak VS Gerakan Shalat Dari Sisi Medis Mana Yang Menang

Buletinsehat.com | Gerakan Senam Otak VS Gerakan Shalat Dari Sisi Medis Mana Yang Menang – Banyak sekali faedah positif senam otak, di saat lakukan pergerakan sholat. Senam otak ialah beberapa pergerakan yang gampang, simpel untuk mengkoordinasikan di antara badan dan pemikiran.

“Senam otak sebagai salah satunya sisi dari kinesologi, yakni pengetahuan yang khusus pelajari pergerakan badan dengan pergerakan otot dan bentuk pada peranan otak,” ucapnya, diambil dari penjelasannya.

Sementara, untuk umat muslim senam otak sebetulnya telah dikenali semenjak perintah menegakkan sholat. Pergerakan tumaninah akan memberi alat gerak dan persendian dan mekanisme saraf pusat bekerja yang baik dan imbang.

Gerakan Senam Otak VS Gerakan Shalat Dari Sisi Medis

“Dimulai dari berdiri tegap prima, akan latih kesimbangan otak kanan dan kiri, Pergerakan takbiratul ihram, akan aktifkan aliran kelenjar getah bening, perputaran darah jadi lancar,” terangnya.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Kampus Sultan Agung Semarang ini mengatakan, pergerakan buka jemari jari tangan dan merapatkannya berguna untuk mengoordinasikan perintah dari otak ke alat gerak sisi atas dengan menggerakan otot, persendian dan saraf.

“Pergerakan ruku, aktifkan neurotransmiter mekanisme saraf pusat, memberikan peluang persendian tulang belakang untuk bekerja hingga sumsum tulang, mekanisme hormon dan mekanisme peredaran darah jadi lancar,” sebut dokter yang bekerja di RSI Banjarnegara ini.

Menurut dia, pergerakan itu akan turunkan kemelut dan membuat relaksasi. Seterusnya untuk status sujud bisa mengkoordinasikan pergerakan yang kompleks dari persendian, aktifkan titik positif pusat otak, dan jadi pucuk aktifkan semua sisi otak.

Gerakan Senam Otak VS Gerakan ShalatGerakan Senam Otak VS Gerakan Shalat

Pergerakan duduk antara dua sujud dan tasyahud awalnya bisa menentramkan dan memfokuskan pemikiran. Pergerakan duduk tasyahud akhir bisa memberi peluang koordinaasi, kesetimbangan dan pemfokusan ambil keputusan dan bisa menolong organ reproduksi khususnya mekanisme hormonal.

Dia memberikan contoh pada wanita akan menolong endometrium sebagai pemroduksi estrogen untuk selalu sehat dan berpengaruh pada emosi yang konstan.

“Duduk tasyahud akhir baik sekali saat emosi kita tidak sedang teratasi. Pergerakan salam akan membuat sisi hemisfer kanan dan hemisfer kiri bekerja imbang,” tuturnya.

Disamping itu pergerakan salam berguna juga untuk aktifkan peranan gerak, peranan pandangan, peranan verbal dan peranan pendengaran.

“Dengan begitu pergerakan senam otak dan pergerakan shalat tumaninah bukan hanya berguna untuk kesehatan psikis tapi akan mengganggu kesehatan fisik kita,” pungkasnya.

Gerakan Senam Otak VS Gerakan Shalat Dari Sisi Medis Mana Yang Menang?

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button